Penantian

"Disudut lorong nan sempit. lalu lalang wajah-wajah kukenal asing,
    hilir mudik barat timur timut barat.
Ku buka sebuah pintu, aku masuk dalam ruangan yang berAC, ku tutup lagi dan kurasakan kesegaran dalam hisapan nafas kulitku setelah terbakar oleh sinar matahari dalam perjalanan. kutengok disudut ruangan,, "aah tidak ada!!",berhenti sejenak menghela nafas kesegaran udara dingin buatan. kemudian aku keluar dari ruangan itu..sambil berbisik, "harus ku cari kemana?". 

Tak sadar mataku tertuju pada seonggok tempat duduk berpernis panjang melintang. "ah kutunggu saja".

Sesaat..kulihat plak.plak.plak kaki-kaki menapaki lantai putih nan mulus dan indah dengan balutan sepatu dan sandal mewah pembelian sang ajah. dentuman pucuk sepatu tinggi membawa mataku mengikuti iramanya. sandal atau sepatu atau apapun namanya yang beralas kecil nan tinggi pada bagian tumit itu membuatku melotot, naik keatas jins ketat membalut betis sampai bokong molek berbentuk diliti seutas tali kulit sintetis dipinggang. baju putih bersih tampak tak bernoda yang ujungnya tak terlihat masuk dalam jins, keatas lagi kulihat bagian yang sangat menonjol itu sangat indah dan tak rela berpaling darinya, seirama dengan dentuman langkah kakinya bagian yang menonjol pada dada itu menghentak naik turun. terlihat kacamata penyangga itu dari luar. hitam warnanya....bulu romaku mulai naik ketas leher yang tertutupi helaian kain putih menutupi rambutnya.. kanvas alas make up itu tak seputih bajunya, bibirnya berwarna merah jambu berlipstik, kumis tipis menghiasi atas bibir, hidung bak seorang bule prancis, ukiran hitam menggores dibawah bulu mata yang membuat tatapannya lerlihat tajam, mata sedikit lebar berbulu mata lentik terurai. alis yang tak begitu tebal membuat semakin menawan. "sexy, cantik, tapi....tidak, bukan dia".

Masih saja ku termenung dibangku kosong sendirian menanti yang tak pasti dari seorang yang punya prasasti. yang akan menorehkannya untukku. waktu menunjukan pukul sebelas seperempat. aku masih termenung. sesekali orang kukenal asing menyapaku. 
"lagi ngapain?" tersenyum ku menyipu, "menunggu seseorang.."

Dua jam berlalu, mataku terus tertuju pada sudut pintu ruang depanku. pintu yang berisi orang-orang yang berilmu. dilantai dua dekat tangga menghadap utara..

Lorong ini terasa menyempit, bokongku terasa mengempit, mata tak sanggup lagi berfokus pada pintu. hilir mudik orang-orang itu mengganggu pandanganku, ocehan-ocehan dari belasan bahkan puluhan bibir membengkakan telinga.namun tak bisa mengeluh hanya pada ponsel yang suaranya tak melenguh.
Tetap sabar ku duduk, tapi kaki ini terasa ingin berjalan pergi, bokong pinggang mulai memanas, angkat kiri angkat kanan masih terasa panas...

Tenggorokan mengering seakan air liut tak lagi keluar, bibir terasa pahit seakan ingin mengemut sesuatu yang berasap..
Seluruh badanku ingin pergi, melangkah pergi tak kembali hari ini. 
kecuali jiwaku ingin disini..
saling berperang dalam badan..
'ayo pulang'
"nanti satu jam"
'sekarang'
"setelah satu jam"
'tak tahan'
"tunggu satu jam"
'cepat'
"satu jam"
'sudah'
"satu jam"

badan menang jiwa luluh..

"kita kembali esok hari"

Read more


pada siapa?

padamu........
kini harus ku fokuskan lagi semua perhatianku
perasaaaaanku...
jiwaku......
ragaku.....
pikiranku....
ideku.....
jurnalku...
tulisanku....
bacaanku...
cita-citaku...

padamu......

setelah sekian lama kau ku abaikan...
kusingkirkan......
kucampakan...
tak kuapa-apakan....

kini ku harus kembali fokus

padamu.....
kata demi kata kuukirkan untukmu
paragraf demi paragraf kusisipkan untukmu

perhatian demi perhatian ku berikan untukmu
perasaan demi perasaan ku rasakan untukmu

jiwa demi jiwa ku serahkan untukmu
raga demi raga kukuhkan untukmu

pikiran demi pikiran ku renungkan untukmu
ide demi ide ku tuangkan untukmu

jurnal demi jurnal kubuat untukmu
tulisan demi tulisan kucoretkan untukmu

bacaan demi bacaan kubacakan untukmu

cita-cita demi cita-cita kuraih darimu...

bantulah aku untuk meraih semua itu
kembalikanlah kepadaku kelak

tak harus sekarang
tak harus besok atau lusa

tapi nanti dalam masa depanku

"my thesis"

Read more


coba

mencoba-coba untuk bisa dicoba...
man yang pas, mana yang tepat...
untuk mencari dan mendapatkan sesuatu yang pas dan tepat memang membutuhkan banyak kesabaran dan cobaan..
harus teliti dan ulet..
kesabaranpun tentu juga sangat dibutuhkan..
mencoba-coba dan terus mencoba..
mana dulu yang akan ku coba..?
mau mencoba yang ini apa yang itu???
semuanya menarik untuk dicoba..
tak mungkin aku mencoba semuanya dalam waktu bersamaan...
butuh waktu..
proses...
aaahhh lama...
tapi akan trus ku coba mana yang akan ku coba untuk ku coba...
coba yang mana?
coba yang ini dulu kayanya lumayan menarik..
semua draft yang harus dicoba sudah mengantri untuk dicoba
ternyata mencoba yang ini membutuhkan proses yang lama dan berulang ulang..
tapi akan terus ku coba demi sebuah kesempurnaan percobaan..
akhirnya setelah dicoba-coba..lumayan bisa juga..
dan percobaan ku kini terhitung berhasil..
meskipun percobaan ini masih membutuhkan banyak penyempurnaan lagi
berhasil juga..
dengan panduan dari guru besar dunia..
aku bisa mencoba..
terimakasih guru...
telah memberikan aku banyak informasi dan
pelajaran...
percobaan ku bisa berhasil dengan bantuan tutormu
meskipun aku gak tau siapa penciptamu...


kini ku harus kembali fokus dengan pekerjaan wajibku..
demi sebuah kelulusan

ribuan huruf yang tersusun dalam bait dan baris dengan judul yang berbeda-beda...
ku simpan dulu dalam buku elekronik ini
ta kusangka...
ternyata aq bisa juga...
menumpahkan ribuan kata-kata
tinggal memindahkan dalam blog ini

Read more


KANYERI

Telat sajam nyawa bisa ngalayang
Lantaran kasakit nu geus parah
Taya jalan lain keur ngubarana
Iwal ti kudu di bedah

Diuk nyeri, sare nyeri
Geus teu kuat nahan kanyeri
Gulang-guling geus teu puguh rasa
Nungguan waktu ka peuting asa lila

Geus beres di bedah
Hirup kalah beuki teu merenah
Sagala diatur, ulah sagawayah

Read more

My Friends

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Web hosting for webmasters